Karya 6: Stanza Melankolia di Marga Hampa

Puisi ini tersiar dalam Antologi Bahasa Bumi.

Stanza Melankolia di Marga Hampa
( Amarah buat sang pengingkar janji, Zionis )

Truce katamu lewat semalam
bukan sekali, berkali-kali
satah kita patut sematra, telap
ukir inskripsi di provinsi hati, serasi.

Bukan aku dangkal
tahu benar kau cuma mengakal.
Kau bawa watak Tuhan, kononnya
demi survival.
Sedang kau sendiri
sembelih aku tak berdarah.
Membadut kepala-kepala aku, punah.
Melaga sayap-sayap aku, patah.

Berpaut denganmu
aku melayah di dermaga rapuh
reput, takut nak mengesot
kalau-kalau nanti terjelepok
langsung terperosok ke ceruk lubuk.

Konkordans sarat ini muntah lagi
loya dek pering bau puraan itu.
Cukuplah!
Aku bukan lagi si penyembah
tunduk segala tanpa sanggah.

09 Mei 2008, 0803,
Full House.
Dakwat Fikir.

Advertisements

About Abdul Rahim

Tertera nama Abdul Rahim bin Zainudin

Posted on March 18, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: